Nyicil Rumah Puluhan Tahun, Bikin Untung atau Buntung?

  • Artikel
Nyicil Rumah Puluhan Tahun, Bikin Untung atau Buntung?

Salah satu hal yang harus diperhatikan saat mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah tenor. Tenor merupakan jangka waktu atau lamanya angsuran kredit yang diajukan. Untuk menyesuaikan tenor, bank memiliki beberapa pertimbangan seperti masa pensiun atau hal lainnya seperti pendapatan bulanan.

Dalam skema KPR, lama tenor sangat berkaitan dengan jumlah DP yang harus dibayarkan. Ada beberapa penawaran yang bisa Anda pilih, di antaranya DP besar - cicilan kecil, DP kecil - cicilan besar, atau DP kecil - cicilan kecil dengan tenor lama (bisa sampai 20 tahun).

Ketiganya tentu memiliki konsekuensi. Misalnya Anda memilih jumlah DP rumah kecil dengan cicilan kecil dan tenor 20 tahun. Dengan mengemban beban kredit hingga puluhan tahun, menurut Anda apakah hal tersebut akan menguntungkan atau justru merugikan?

H City Sawangan akan menjawabnya untuk Anda. Tapi sebelumnya, yuk ketahui dulu apa saja keuntungan dan kerugian tenor panjang.

Keuntungan Tenor Panjang

 

Cicilan Jadi Lebih Ringan

Jangka waktu KPR lama artinya cicilan yang ringan hingga lunas. Jika Anda adalah seorang PNS atau karyawan tetap, tentunya Anda akan mendapat kenaikan gaji seiring berjalannya waktu, kan?

Dengan bertambahnya pendapatan dan cicilan yang tetap ringan, Anda bisa mengalokasikan sisa dana untuk keperluan penting lainnya diluar membayar cicilan rumah. Meski begitu, Anda tetap harus menjaga kedisiplinan pembayaran dan hindari terjadinya macet.

Jumlah DP Lebih Fleksibel

DP kecil yang ditawarkan oleh bank bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membeli rumah. Sementara itu, tenor KPR yang lamanya hingga puluhan tahun membuat nominal DP jadi lebih fleksibel. Hal ini bisa Anda tentukan sesuai kemampuan.

Keuangan Mudah Diatur

Tenor KPR yang panjang cenderung lebih cocok untuk para pekerja dengan peghasilan tetap setiap bulan. Karena nominal cicilan rendah, Anda bisa mengatur keuangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tanpa melupakan kewajiban kredit rumah.

Kerugian Tenor Panjang

 

Bunga Terus Membesar

Semakin lama jangka waktu KPR, akan semakin besar pula biaya bunga yang dibebankan setiap bulannya. Hal ini tak hanya berlaku untuk KPR, namun juga jenis kredit lain yang diambil dengan tenor panjang.

Beban bunga dari pembelian rumah seharga Rp 500 juta dengan tenor 5 tahun dan 20 tahun tentu berbeda. Tenor yang lebih singkat akan dibebankan bunga yang lebih rendah.

Beban Psikologis

Biasanya orang akan lebih tenang jika bisa melunasi utangnya dengan cepat. Namun, berbanding terbalik jika Anda mengambil KPR dengan tenor panjang.

Sebagai contoh, Anda membeli rumah dengan KPR tenor 20 tahun pada usia 30. Maka utang tersebut akan lunas saat Anda berusia 50 tahun. Coba bayangkan, di masa yang bisa jadi Anda sudah memiliki cucu, tapi masih memliki tanggungan cicilan rumah. Tentu akan menimbulkan beban psikologis, bukan?

Ketidakpastian Kondisi Ekonomi

Tidak ada yang bisa memastikan kestabilan kondisi ekonomi di masa depan. Bisa saja dalam waktu 10 atau 15 tahun mendatang terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat, naiknya harga kebutuhan, bahkan meningkatnya suku bunga KPR. Tentu ini akan memberatkan Anda dalam memenuhi kewajiban pembayaran cicilan.

Itulah beberapa keuntungan dan kerugian dari KPR bertenor panjang. Jika Anda yakin bisa menyelesaikan cicilan dengan jangka waktu puluhan tahun dengan lancar, tak ada salahnya untuk mengambil skema ini. Namun, ada baiknya jika Anda perhitungkan segala sesuatunya dengan matang agar tak menyesal di masa depan.