4 Cara Cepat dan Mudah Jual Rumah yang Masih KPR

  • Artikel
4 Cara Cepat dan Mudah Jual Rumah yang Masih KPR

Rumah adalah salah satu kebutuhan primer. Namun, harganya yang semakin mahal mungkin semakin menyulitkan Anda untuk membelinya. Itulah alasan mengapa Anda harus cepat membeli rumah. Untuk itu, Kredit Pemilikan Rumah atau yang sering disebut KPR menjadi solusi masyarakat untuk bisa membeli dan memiliki rumah.

Sejatinya, rumah yang Anda beli melalui program KPR sudah menjadi hak milik Anda. Sampai pada akhirnya, beberapa orang memutuskan untuk menjual rumah yang masih dalam KPR dengan berbagai alasan.

Apakah Anda juga mengalaminya, ingin menjual rumah yang masih KPR?

Ya, perlu diketahui, sebenarnya ini bukan pekara sulit. Meski Sertifikat Hak Milik (SHM) masih dipegang oleh pihak bank sebagai jaminan, anda masih bisa menjual rumah tersebut. Selama hal tersebut dilakukan dengan cara yang tepat.

Lantas bagaimana caranya? Berikut 4 cara cepat dan mudah menjual rumah yang masih KPR.

1. Hitunglah Sisa Tagihan Kredit di Bank dan Lunasi Lebih Awal

Status rumah yang masih KPR, mau tidak mau memang harus dibayar cicilannya setiap bulan. Saat akan dijual pun, Anda masih memiliki kewajiban untuk melunasinya sebelum rumah tersebut jatuh ke tangan orang lain. Untuk itu, cobalah menghitung sisa tagihan kredit di bank dan lunasi lebih awal.

Dalam hal ini, mungkin Anda akan dikenakan sejumlah denda karena melunasi sebelum tenor yang telah disepakati sejak awal. Tapi, tak perlu khawatir! Jumlah denda ini akan lebih kecil daripada sisa bunga pinjaman yang masih harus dilunasi dalam waktu cicilan normal.

2. Teliti Harga Rumah Saat Ini

hitung kenaikan harga rumah

Meski Anda membeli rumah secara KPR, tetap akan mengalami kenaikan harga ketika Anda menjualnya. Jangan langsung serta merta menjual, Anda juga harus bisa menentukan harga jual yang pantas. Namun juga jangan asal menentukan harga tinggi, sebab calon pembeli memiliki tanggungan untuk melunasi rumah yang masih berstatus kredit. Hitung dan lihat harga pasaran dan sesuaikan dengan kondisi rumah saat ini.

3. Jelaskan Status Rumah Kepada Calon Pembeli

Seperti halnya Anda saat akan membeli rumah, pasti Anda juga ingin mendapatkan informasi lengkap mengenai rumah serta sistem pembayaran KPR nya bukan?

Jika Anda ingin menjual, berarti Anda harus menjelaskan pula kepada calon pembeli. Jujurlah soal status rumah yang masih kredit dan terikat cicilan KPR dengan pihak bank. Bantu sampai calon pembeli benar-benar paham sistem pembayarannya agar mereka yakin untuk membeli rumah Anda.

4. Menjual Rumah KPR Dengan Over Kredit

Cara ini sudah populer dalam proses jual-beli properti. Ada dua sistem over kredit yang bisa diterapkan. Pertama, penjual mengambil alih KPR di bank yang sama, dan yang kedua memindahkan kredit ke bank lain dengan debitur yang juga berbeda.

Jika masih dalam bank yang sama, proses akan jauh lebih mudah karena segala dokumen ada di bank tersebut. Lain hal jika ingin dipindahtangankan ke bank lain, umumnya proses akan jauh lebih rumit karena kebijakan masing-masing bank yang berbeda.

Pastikan proses over kredit ini dilakukan oleh pembeli. Pembeli harus menyetor uang muka terlebih dahulu sebagai keuntungan Anda dari hasil menjual rumah tersebut. Perlu Anda ketahui, tidak semua over kredit KPR dapat diterima oleh bank. Hal ini biasanya karena calon pembeli tidak memenuhi syarat saat mengajukan KPR. Oleh karena itu, ketahui dulu apa saja syarat mengajukan KPR ini.

Bagaimana, cara menjual rumah yang masih KPR cukup mudah, bukan? Anda harus memahami semua prosedurnya. Merupakan benefit tersendiri jika Anda memiliki target pasar atau jaringan orang yang sekiranya mau membeli rumah Anda.

Namun pada beberapa kondisi, Anda mungkin akan mengeluarkan dana lebih dalam rangka usaha penjualan rumah seperti beriklan di media dan itu memang harus dilakukan. Anda juga harus bersabar karena menjual rumah yang masih KPR membutuhkan waktu.